PENDAKIAN GUNUNG

->SPESIALISASI PECINTA ALAM<-




by walang : (wadah pecinta alam ajibarang)

        Dalam sebuah oarganisasi pecinta alam indonesia didalamnya terdapat berbagai macam divisi atau spesialisasi yang dapat di pelajari lebih dalam,karna khususnya  di indonesia atau bahkan di negara lain  mempunyai bergagam jenis ilmu kepencintaalaman,sehingga seorang yang masuk dalam organisasi pecinta alam dapat mengambil spesialisasi tersebut.dapat dikatakan bahw alam sudah menyediakan sarana dan kita sebagai seorang pecinta alam dapat mempelajari divisi yang lebih kita sukai,karna dengan hal yang kita kenal dan kita cintai itu dapat mempermudah dalam mempelajari dan dapat memprakteknnya dengan mudah dan aman.di dalam semua divisi, semua tetap menggunakan kode etik yang sama oleh karna itu semua yang akan di pelajari di dalamnya akan bermanfaat untuk kita masarkat dan alam itu sendiri.di bawah iti adalah berbagai macam divisi yang dapat di pilih setelah masuk atau menjadi seorang pecinta alam yang sejati :

A.MOUNTERING(pendakian gunung)

    1.gunung hutan 

         a.navigasi(darat,laut,sungai,laut,udara)        

         b.survival(bertahan hidup)

            -bivak(tenda alam)                                                                                                                                                                                 

B.CAVING(penelusuran goa)

C.RAFTING(arung jeram)         

D.BODI RAFTING(arung jeram)

E.CLIMBING(panjat tebing)

   a.rock climbing(panjat tebing)

   b.wall climbing(panjat dinding)         

semua divisi di atas dapat kita pelajari sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing masing agar dapat bermanfaat bagi kita yang akan masuk atau menjadi seorang pecinta alam sejati.     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DESKRIPSI MOUNTERING

    Mountering atau bisa disebut juga dengan pendakian gunung ini adalah salah satu aktifitas atau kegiatan di alam bebas(outdor life) yang banyak di lakukan oleh para pecandu ketinggian atau pendaki,kegiatan ini banyak di lakukan di daerah yang dimana terdapat gunung atau bahkan bukit yang bisa di daki dengan ketinggian tertentu,iju juga sudah dapat dikatakan sebagai kegiatan moountering.Di indonesia terdapat beberapa jenis dan karakter gunung,ada gunung vulkanik dan non vulkanik namun demikian indonesia memiliki bahkan sebagian besar gunung di indonesia masih aktif dan dapat kapan saja meletus,oleh karena itu bagi para pendaki atau para pecinta allam di indonesia khususnya harus mempertimbankan dengan sangat matang untuk mendaki atau berdiri di atas puncak gunung.jika para pendaki tidak memiliki bekal yang tinggi ini bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,bukan sekedar logistik atau perlengkapan saja yang harus kita miliki dalam melakukan pendakian namum kita juga harus memiliki ilmu dah tehnik untuk menaklukan gunung yang akan kita daki,agar apa yang kita gapai di atas puncak gunung bisa memberikan kita motifasi yang positif dan memberikan rasa bahagia yang sangat berarrti di kehidupan sehari hari di masarakat.adapun beberapa hal dalam melakukan pendakian,yaitu bukan bagaimana cara kita mendaki gunung,siapa yang kita daki,dan apa tujuan kita mendaki gunung,selain itu juga bukan kita tidur dan bangun pagi serta merasakan dinginyya pegunungan tapi yang harus kita ambil dalam melaksanakan kegiatan itu semua adalah semua proses kita dalam melalui semua kegiatan itu dan dapat berdampak positif di kehifupan sehari hari,serta menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.dalam suatu kehidupandi masarakat juga dapat di jumpai berbagai pertanyaan kepada para pendaki APASI MENDAKI GUNUNG?

Kita sebagai seorang pecinta alam harus bisa menjawab semua itu,bagi orang awam kiprah petualangan seperti mendaki gunung menimbulkan pertanyaan yang kabur(tidak jelas),MAU APASIH KESANA?,pertanyaan itu juga sering muncul dan sederhana tapi sering membuat bingung dan kesal orang yang di tanya,motifasi mendaki gunung memang bermacam-macam,diantara garis besarnya adalah :

-kebutuhan akan pengalaman,foto-foto di puncak gunung

-kebutuhan akan prestasi

-kebutuhan akan expedisi dirinya oleh masarakat.

Tetapi sebenarnya yang paling mendasar adalah : Rasa keingin tahuan,keingintahuan inilah yang mendorong keberanian dan ketabahan dalam melawan tantangan alam,apalagi kalu di gunung masalah yang kita hadapi Cuma satu bagai mana kita mencapai puncaak dan turun dengan selamat.

Seorang pendaki gunung seperti yang sudah di jelaskan di atas pasti akan mempelajari dan menghargai arti hidup dan kehidupan,karna di gunung akan menemukan satuhal dan yang lain hal yang tidak kita temukan di kehidupan sehari-hari.

 

 

 

    Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus kita pelajari sebelum  melakukan pendakian

1.Mengenali siapa dan dimana kita akan mendaki

2.Tujuan pendakian

3.Persiapn pendakian

4.Perlengkapan mendaki gunung

5.bagai mana cara mendaki gunung

6.Tata cara melakukan pendakian

7.Perbekalan atau logistik

8.Dan yang paling utama (ijin dan doa restu kedua orang tua)

Semua hal yang tercantum di atas dapat di deskripskan masing masing sehingga kita dapat melakukan kegiatan di alam bebas dengan aman nyaman dan bermanfaat

 

A.MENGENALI SIAPA DAN DIMANA KITA AKAN MENDAKI

      Dalam melakukan kegiatan di alam bebas mengenali dimana dan apa yang akan kita taklukan sangat penting di lakukan,hal tersebut bermanfaat untuk kita dalam mempersiapkan segala sesuatu yang akan kita bawa.

B.TUJUAN PENDAKIAN

       Semua para pendaki pasti memiliki tujuan yang berbeda beda hanya satu tujuan yang sama yaitu memnemukan dan dapat mengalami apa yang belum orang lain penah alami di kehidupan sehari-hari

C.PERSIAPAN PENDAKIAN

        Mendaki gunung dalam pengertian mountenering terdiri dari beberapa tahrahap yaitu: * berjalan(hill walking)

*memanjat tebing (rock climb) *mendaki gunung es(snow and ice climb). Di indonesia tahap pertamalah yang sering di gunakan,karena kondisinya yang memungkinkan.Gunung juga memiliki dua faktor yang mempengaruhi berhasil dan tidaknya suatu pendakian,diantaranya adalah : -> (faktor dari si pendaki itu sendiri)faktor ini harus di siapkan sebaik mungkin sebelum mendaki

->(faktor extern) atau faktor yang datang dari luar si pendaki,faktor ini bisa berupa badai,hujan,kabut dll.faktor ini masih bisa di perhitungkan.meskipun hal ini tidak semudah faktor intern.

D.PERLENGKAPAN MENDAKI GUNUNG

Peralatan pendakian

 

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul tentang mendaki gunung adalah "peralatan apa yang mesti dibawa?" Apalagi buat yang baru pertama kali mendaki gunung. Peralatan-peralatan berikut tidak semuanya mesti dibawa tergantung siapa, ke gunung mana dan kapan. Kenapa demikian? Sebagai contoh, saya pribadi tidak merasa nyaman menggunakan trekking polesaat mendaki. Bahkan pernah saat mendaki Gunung Slamet via Baturraden saya meninggalkan trekking pole ditengah perjalanan menuju puncak dan memilih menggunakan tangan untuk bertumpu jika diperlukan. Tapi bagi sebagian pendaki lain mungkin justru sebaliknya. Trekking pole mungkin bisa jadi menjadi salah satu peralatan yang harus masuk di dalam daftar peralatan yang harus dibawa saat hendak mendaki gunung. Tapi meskipun secara keseluruhan saya tidak merasa nyaman menggunakan trekking pole, pada saat mendaki gunung tertentu (biasanya yang berpasir dan berbatu) saya akan mempertimbangkan untuk membawa trekking pole. Artinya saat hendak mendaki gunung ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan untuk memutuskan peralatan apa yang mesti dibawa.

 

Berikut beberapa peralatan mendaki gunung sebagai salah satu referensi anda.

1) Ransel/tas gunung

Gunanya jelas untuk menaruh berbagai barang-barang keperluan anda selama pendakian. Mengapa ransel/tas gunung? Mengapa bukan tas atau ransel biasa saja? Ransel/Tas Gunung, sebagaimana namanya jelas di-design secara khusus untuk mendaki gunung. Salah satu kelebihannya adalah ransel/tas gunung di-designsedemikian rupa sehingga beban yang kita pikul bisa terdistribusi merata di badan. Hal ini akan membantu menghemat energi dan lebih nyaman. Makanya jangan heran, jika anda melihat pendaki yang membawa tas/ransel "supergede" tapi tetap kuat dan bisa mendaki tanjakan sedemikian terjal. Kelebihan lainnya adalah tas/ransel gunung memiliki sekat-sekat dan kantung-kantung yang di-designuntuk memudahkan menaruh dan mengakses berbagai jenis barang. Apakah memakai tas/ransel biasa dilarang? Tidak ada "pengharaman" tentunya. Ada banyak teman-teman pendaki yang saya temui membawa tas/ransel biasa. Namun lagi-lagi, anda harus mempertimbangkan kemana, kapan dan siapanya serta jenis dan jumlah barang-barang yang anda bawa. Tapi diatas itu semua tentunya lebih dan sangat direkomendasikan untuk menggunakan ransel/tas gunung. Ada berbagai merk tas atau ransel gunung yang dijual di pasaran seperti: The North Face, Deuter, Eiger, Karrimor, Avtech, Consina, Alpine, dan lain-lain. Pilihlah tas atau ransel yang benar-benar nyaman di badan anda. Tas/ransel gunung terdiri atas berbagai kapasitas. Ada yang 40, 60, 80, 100 dan 120 liter. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.






 2) Tenda

Tenda diperlukan untuk berteduh dan beristirahat. Layaknya seperti rumah versi mini. Ada banyak sekali jenis tenda dengan berbagai model, ukuran, kapasitas  dan beratnya. Kalau anda mendaki misalnya cuma berdua, ya ngapain bawa tenda dengan kapasitas empat atau enam orang. Mungkin cukup membawa tenda dengan kapasitas dua orang. Setidaknya ada dua hal yang mesti dipertimbangkan saat membeli tenda, yakni beratnya, kekokohan dan kualitas bahannya dalam menahan dingin, hujan serta angin. Saya pribadi punya dua buah tenda. Masing-masing berkapasitas empat orang. Namun bedanya yang sangat mencolok adalah salah satu tenda lebih berat dibandingkan satunya lagi. Namun disisi lain tenda yang lebih berat ini justru bahannya lebih baik dan lebih hangat saat berada didalamnya. Namun karena saya pribadi saat mendaki cukup banyak membawa barang-barang lainnya, terutama peralatan kamera, maka tenda yang lebih ringanlah yang sering dibawa-bawa. Beberapa merk tenda yang dijual di pasaran misalnya Eiger, Bestway, Lafuma, Montana, Rei, dll.




3) Jaket

Jaket merupakan salah satu peralatan mendaki yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung, kecuali jika anda ke Gunung Sahari atau Toko Gunung Agung... He..he..he.. Just kidding :) . Okay, back to topic. Jaket berguna untuk menahan dan mengurangi dingin sehingga panas tubuh tetap terjaga. Hal ini berguna untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan akibat kedinginan. Pastikan jaket yang anda pilih memiliki kemampuan untuk itu karena ada banyak jenis jaket di pasaran dengan kualitas dan kemampuan yang berbeda-beda.



4) Sepatu atau sandal gunung

Namanya mendaki dimana kita akan berjalan kaki, tentunya alas kaki yang memadai diperlukan karena digunung kita akan melalui berbagai macam medan mulai dari hutan, semak belukar, pasir, bebatuan, lumpur dan juga sungai atau genangan air. Yang sangat direkomendasikan tentunya sepatu atau sendal gunung. Soal anda mau memilih yang mana (sepatu atau sendal gunung), tentunya kembali ke personal tastesetiap individu. Saya pribadi lebih senang menggunakan sepatu gunung dibandingkan sendal karena saya merasa lebih leluasa dan nyaman bergerak dengan menggunakan sepatu. Biasanya saya juga membawa sandal sebagai cadangan. Sepatu gunung (sepatu hiking) tersedia dalam berbagai merk seperti Hi-tech, Karrimor, Vaude, North Face, Merrel, Rei, dll. Sepatu gunung ada yang tahan air (waterproof) dan ada juga yang tidak.


5) Jas hujan

Sesuai namanya jas hujan berfungsi untuk melindungi badan anda dari hujan saat mendaki sehingga badan dan peralatan-peralatan anda tetap kering. Selain itu jas hujan bisa juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bivak dalam kondisi darurat. Saya lebih menyukai jas hujan yang lebar ketimbang jas hujan yang terdiri atas sepasang celana dan baju yang fit ke badan. Jas hujan lebar memungkinkan saya menutup tas atau ransel gunung dan tas kamera yang biasanya saya taruh di depan dada. Selain jas hujan, terkadang saya juga membawa payung karena terasa lebih praktis pada situasi-situasi tertentu :). Pendaki bawa payung? Why not.. :)

6) Pakaian ganti secukupnya

Bawalah pakaian ganti secukupnya. Pakaian ganti diperlukan untuk jaga-jaga apabila pakaian anda basah atau lembab. Dengan mengganti pakaian badan akan lebih segar dan tetap hangat. Jumlahnya berapa tentunya tergantung setiap individu, tujuan dan berapa lama mendaki gunung. Saya biasanya membawa sepasang pakaian ganti untuk pendakian dengan lama menginap satu malam. Misalnya mulai mendaki sabtu pagi dan turun gunung hari Minggunya. Pilihlah pakaian dengan bahan yang ringan dan mudah kering. Akan lebih baik lagi jika anda menggunakan pakaian-pakaian hiking dengan bahan yang ringan dan cepat kering.

 7) Kompor dan peralatan masak lainnya

Kompor dan peralatan masak dan makan diperlukan untuk memasak selama pendakian. Mengapa? Karena di gunung tidak ada warung ataupun foodcourt! He..he..Ya iyalah yaaa.. :) Peace ah..Becanda :).
 
 Bawalah kompor dan peralatan masak yang benar-benar dibutuhkan. Pertimbangkan juga ukurannya. Amat sangat tidak dianjurkan membawa kuali atau kompor gede anda yang di rumah! Repot pastinya ^_^

Gunakanlah kompor dan peralatan mini yang biasa digunakan untuk mendaki gunung. Ini bertujuan untuk kepraktisan dan meminimalisir beban yang dibawa. Untuk bahan bakarnya anda bisa menggunakan spirtus atau dengan menggunakan gas portable. Saya lebih suka membawa kompor gas dibandingkan kompor berbahan bakar cair karena lebih praktis.




 8) Peralatan makan

Selain peralatan masak jangan lupa bawa juga peralatan makan seperti piring atau mangkuk atau nesting, sendok dan gelas. Seperti halnya peralatan masak, saya juga biasanya sebisa mungkin membawa peralatan yang berukuran kecil. Yang penting intinya ada wadah untuk tempat makan dan minum.




9) Sleeping bag Sleeping Bag atau kantung tidur berguna untuk menutupi tubuh anda pada saat tidur di dalam tenda sehingga badan kita tetap hangat. Tidak dapat dipungkiri, meskipun anda tidur di dalam tenda, biasanya masih belum cukup untuk menghalau dinginnya udara pegunungan saat malam hari. Dua faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih sleeping bag adalah kualitas bahan dan ukurannya. Sleeping bagyang berukuran besar belum tentu bagus dalam menahan hawa dingin. Beberapa merk sleeping bag diantaranya Karrimor, Jack Wolfskin, Makalu, Eiger, Alpine, Walles, Consina, dll.





10) Matras

Matras berguna sebagai alas pada saat tidur di dalam tenda, atau saat nongkrong-nongkrong menikmati suasana diluar tenda, atau bisa juga untuk menaruh bahan-bahan makanan saat anda sedang masak-masak di gunung. Modelnyapun macam-macam. Ada yang terbuat dari aluminium foil dan ada juga yang terbuat dari karet.

 11) Sarung tangan

Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan dari goresan, gesekan atau mungkin gigitan binatang-binatang kecil di tangan anda saat melewati trek di gunung khususnya di hutan-hutan lebat atau semak belukar. Selain itu sarung tangan juga berguna sebagai penghangat, karena salah satu bagian tubuh yang sensitif terhadap hawa dingin adalah jari-jari tangan. Saya biasanya membawa dua pasang sarung tangan, satu yang tebal yang biasanya dipakai saat melewati jalur-jalur berat misalnya ketika memasuki trek berbatu atau hutan atau semak-semak yang rimbun. Sedangkan satu lagi sarung tangan berbahan kain lembut yang biasanya saya pakai saat tidur.

 

12) Masker

Beberapa gunung memiliki trek berpasir dan sangat berdebu. Hal ini tentunya bisa mengganggu pernapasan. Masker berguna untuk menghindari debu saat mendaki gunung. Selain itu berguna juga untuk mengurangi terpaan dingin di bibir dan mulut.



 

13) Kupluk

Kupluk berguna sebagai penutup kepala untuk mengurangi hawa dingin. Meskipun kecil, kupluk sangat penting untuk menjaga panas badan. Kepala dan telinga juga sensitif terhadap dingin.

 14) Headlamp atau senter

Merupakan benda yang termasuk penting untuk dibawa. Di gunung pastinya gelap. Pada malam hari yang ada hanya cahaya bulan dan bintang-bintang. Dengan headlamp (penerang/senter yang dipasang di kepala) atau senter akan membantu anda melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Selain itu headlamp/senter juga krusial saat melakukan perjalanan menuju puncak pada dini hari. Saya lebih menyukai menggunakan headlampdibandingkan senter yang dipegang di tangan karena dengan headlamp, tangan saya lebih bebas bergerak dan bertumpu. Oya, jangan lupa bawa baterai cadangan untuk mengantisipasi habisnya energi baterai. Selain membawa baterai cadangan saya bahkan biasanya membawa headlamp cadangan juga atau sebuah senter berukuran kecil untuk mengantisipasi kalau-kalau terjadi kerusakan pada headlampyang saya gunakan.



15) Kaos kaki

Kaos kaki diperlukan untuk menghangatkan kaki dan jari-jari dari hawa dingin seperti halnya sarung tangan. Manfaatnya akan sangat terasa saat tidur di malam hari. Saya setidaknya membawa dua pasang kaos kaki saat mendaki gunung. Sepasang dipakai saat trekking sedangkan sepasangnya lagi digunakan pada saat tidur.

 16) Trash bag dan kantung plastik

Trash bag berguna untuk menaruh sampah-sampah selama pendakian. Misalnya bungkus-bungkus makanan yang anda bawa, kotoran makanan, dll. Selain itu trash bag juga berguna sebagai pelapis dibagian dalam ransel/tas gunung untuk menjaga agar barang-barang, terutama pakaian tetap kering. Pada kondisi tertentu bisa saja ransel/tas gunung anda lembab karena terpaan hujan dan hawa dingin. Tidak jarang barang-barang bawaan yang ditaruh di tas/ransel gunung juga bisa terkena imbasnya. Pasti gak enak rasanya dong kalau pakaian atau sleeping bag anda lembab! Jadi lapisi dulu bagian dalam tas/ransel dengan trash bag besar, baru kemudian masukkan barang-barang bawaan anda. Bawa juga kantong plastik berukuran sedang dan kecil untuk menaruh sampah dan pakaian kotor.

 

17) Peralatan navigasiPeralatan navigasi diperlukan untuk menunjukkan arah atau membantu anda dalam keadaan tersesat. Peralatan tersebut diantaranya GPS, peta dan kompas.




 18) Decker


Decker berguna untuk mengurangi beban lutut saat mendaki atau menuruni gunung sehingga meminimalisir potensi cedera di lutut. Barang ini tinggal dipasang di lutut. Decker ini bukan yang berbahan keras tentunya seperti yang digunakan di dunia otomotif, tapi yang terbuat dari kain yang berbahan lembut dan elastis.



 19)Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi hingga tungkai kaki dibawah lutut. Biasanya terbuat dari bahan kain atau polyester. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di gunung.

 20) Trekking pole

Trekking pole berfungsi untuk membantu bertumpu saat mendaki terutama saat melewati lereng yang cukup miring. Istilah gampangnya adalah tongkat. Trekking pole ini bisa di-adjustsedemikian rupa panjang pendeknya sesuai dengan kebutuhan anda.

 21) Pisau

Pisau tentunya berguna untuk potong-memotong. Misalnya memotong bahan-bahan masakan, tali, dll. Selain itu pisau juga berguna untuk berjaga-jaga (selfdefense) terhadap kemungkinan serangan binatang buas yang mungkin saja terjadi.



 22) Obat-Obatan Pribadi

Siapkan obatan-obatan pribadi apalagi jika anda mempunyai penyakit khusus misalnya alergi, dll. Obat-obatan ringan lainnya yang bisa dibawa diantaranya obat luka, minyak kayu putih, salon pas, madu, balsem, gulamerah, dll.

 23) Tisu

Tisu berguna sebagai alat pembersih entah itu pembersih peralatan memasak dan makan maupun wajah.

 24) Topi

Tujuannya cukup jelas yakni untuk mengurangi terpaan terik matahari di gunung.

 25) Rain cover

Rain cover berguna sebagai penutup tas/ransel anda sehingga tidak basah saat hujan melanda. Rain cover juga tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan ukuran tas/ransel gunung. Rain cover ada yang bisa anda dapatkan saat membeli tas/ransel gunung dan ada juga yang tidak alias dijual terpisah dengan tas/ranselnya.

 

Selain peralatan-peralatan di atas ada juga peralatan lainnya seperti karabiner, tali, dll. Hmmm….Banyak sekali ya peralatannya! Repot dong mau naik gunung! Tenang…Anda tidak harus membawa semua peralatan-peralatan tersebut. Sekali lagi, pertimbangkan berbagai faktor saat hendak mendaki gunung. Peralatan-peralatan seperti gaiter, decker, trekking pole, dan topi misalnya lebih bersifat optional. Namun peralatan-peralatan seperti tenda, jaket, kupluk, sepatu/sandal, headlamp/senter, peralatan masak dan makan, tas/ransel misalnya, merupakan peralatan-peralatan yang sangat penting untuk dibawa saat mendaki gunung.

 

Bagaimana kalau misalnya tidak punya tenda? Solusinya carilah teman yang punya tenda yang mungkin bisa diajak mendaki bersama atau mungkin bisa dipinjam tendanya. Jika anda pergi mendaki berkelompok, peralatan seperti tenda dan peralatan memasak tentunya tidak perlu harus dibawa oleh setiap orang di dalam tim. Cukup berbagi tugas saja siapa yang membawa tenda, peralatan masak, dan lain-lain.

 

Demikian…Persiapkan diri kita sebaik mungkin sebelum mendaki. Selamat mendaki gunung. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

 

 

E.CARA MENDAKI GUNUNG

    Sebenarnya bagi sebagian orang mungkin terlihat mudah,hanya di perlukan fisik dan stamina yang kuat siapa saja dapat mendaki gunung,namun hal ini berbeda bagi seorang pecnta alam yang sejati.Pendakian gunung dimulai dari padang rumput,hutan tetapi harus sesuai atau tetap pada jalur pendakian menuju puncak.Pendaki dapat melakukan pemanjatan vertikal,cara ini harus mempunyai persiapan yang matatang,karena pemanjatan jenis vertikal di kembangkan pada abad ke-20.yang terpentng adalah harus hati-hati,sabar dan kuasai mental,serta jangan lupa untuk terus berdoa kepada TuhanYME agar pendaki selamat dan sukses.

F.PERBEKALAN ATAU LOGISTIK

    Bekan atau logistik sangat penti untuk di persiapkan dalam melakukan kegiatan pendakian,karna selain untuk menjaga stamina juga untuk dapat bertahan hidup selama di hutan.Bisanya para pendaki membawa logistik yang mudah di kemas dan di bawa sehingga tidak merepotkan dalam pendakian,selama pendakian kita harus selalu nyaman aman dan terkendali dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,dalam hal ini bisa juga dikatan membawa makanan siap saji.Selain itu juga kita di tuntut untuk membawa barang pribadi seperti perlengkapan mandi,obat obatan dll.Saat ini di indonesia sudah banyak menyediakan berbagai macam produk kemasan atau perlengkapan pendakian yang di kemas se demikian rupa sehingga mudah dan nyaman di bawa ke gunung.Berikut ini cara packing atau mmengemas perbekalan sebelum melakukan pendakian:

Perbegakan atau perlengkapan itu di bagi dalam 3 posisi yaitu ATAS TENGAH DAN BAWAH.

a.atas ; yang di maksud atas adalah tas atauransel bagian atas,gunanya adalahu ntuk menyimapan emergensi kit atau barang dan benda yang bisa di gunakan dalam keadaan darurat,seperti tenda,obat,pisau,jas hujan dll.

b.tengah ; pada ransel atau carier bisanya para pendaki meletakan air mineral untuk cadangan minum setelah mencapai pos peristirahatan atau saat rehat dalam perjalanan,atau bisa juga untuk meletakan benda yang berat,sehingga tumpuan berat tidak terlalu atas ataupun terlalu bawah.

c.bawah ; biasanya di bagian bawah para pendaki meletakan pakaian ganti ataupun benda yang jarang atau digunakan hanya pada saat akan sudah mendirikan tenda.

G.IJIN ORANG TUA

    Semua peinta alam pada dasarnya wajib meminta doa restu pada kedua orang tua,agar dalam perjalanan senantiasa selalu di lindungi oleh TuhanYME dan selamat sampai puncak dan kembali beraktifitas seperti biasa di kehidupan sehari.


Komentar